ANGKA KEMISKINAN



Data Makro 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
ANGKA KEMISKINAN 18.22 17.06 16.05 15.97 15.60 15.26 15.68
Data Penunjang 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Penduduk Miskin (ribu orang) 77.90 73.04 69.25 69.68 68.86 68.18 69.32
Jumlah Penduduk (jiwa) 422,793.00 427,484.00 432,692.00 437,662.00 442,576.00 478,534.00 483,920.00
Garis Kemiskinan (Rp./Kapita/Bulan) 305,462.00 337,138.00 351,856.00 366,355.00 376,827.00 401,057.00 416,443.00
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) 2.51 2.86 2.02 3.08 3.00 2.74 2.52
Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) 0.56 0.73 0.41 0.89 0.84 0.79 0.59

Penjelasan Data :
Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan. (BPS).

Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.
1. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll)
2. Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) adalah indeks yang memberikan informasi mengenai gambaran penyebaran pengeluaran antara penduduk miskin.
Semakin tinggi indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.